Konsep Pembelajaran Remedial


Konsep Pembelajaran Remedial

A. Teori

Pembelajaran remedial adalah kegiatan pembelajaran yang diberikan kepada peserta didik yang belum mencapai kompetensi tertentu. Pembelajaran remedial merupakan tindak lanjut dari asesmen diagnostik yang telah dilakukan oleh guru.

Remedial bukan mengulang tes (ulangan harian) dengan materi yang sama, tetapi guru memberikan perbaikan pembelajaran yang belum dikuasai oleh peserta didik melalui upaya tertentu. Setelah perbaikan pembelajaran dilakukan, guru melakukan penilaian untuk mengetahui apakah peserta didik telah memenuhi kompetensi yang diremedialkan.


B. Metodologi

Teknik pembelajaran remedial bisa diberikan secara individual, berkelompok, atau klasikal. Beberapa metode pembelajaran yang dapat digunakan dalam pelaksanaan pembelajaran remedial, yaitu pembelajaran individual, pemberian tugas, diskusi, tanya jawab, kerja kelompok, dan tutor sebaya.

Aktivitas guru dalam pembelajaran remedial, antara lain memberikan tambahan penjelasan atau contoh, menggunakan strategi pembelajaran yang berbeda dengan sebelumnya, mengkaji ulang pembelajaran yang lalu, menggunakan berbagai jenis media. Setelah peserta didik mendapatkan perbaikan pembelajaran dilakukan asesmen kembali, untuk mengetahui apakah peserta didik sudah menguasai KD (Kompetensi Dasar) yang diharapkan.


C. Perangkat

Guru perlu menyiapkan hal-hal yang mungkin diperlukan dalam pelaksanaan pembelajaran remedial, antara lain:

  1. Menyiapkan media pembelajaran
  2. Menyiapkan contoh dan alternatif aktivitas
  3. Menyiapkan materi dan alat pendukung

D. Sarana Pendukung

Berikut ini beberapa sarana pendukung dalam pelaksanaan pembelajaran remedial melalui pemberian tugas, dengan memanfaatkan program/aplikasi konten pendidikan melalui:

  1. Rumah Belajar : https://belajar.kemdikbud.go.id/
  2. TV Edukasi : https://tve.kemdikbud.go.id/
  3. Radio Edukasi : https://radioedukasi.kemdikbud.go.id/
  4. Buku Digital : https://budi.kemdikbud.go.id/

E. Pelaksanaan Pembelajaran Remedial

Pelaksanaan Pembelajaran remedial dapat dilakukan:

  1. Dalam jam belajar efektif atau terintegrasi dalam pembelajaran.
    Setelah guru melakukan asesmen diagnostik kesulitan peserta didik dalam proses pembelajaran, guru dapat secepatnya mengambil tindakan berupa pembelajaran remedial untuk peserta didik yang teridentifikasi, dan pelaksanaannya terintegrasi dalam proses pembelajaran. Strategi yang digunakan meliputi diskusi kelompok, tanya jawab, dan tutor sebaya.
  2. Menetapkan waktu khusus di luar jam belajar efektif.
    Pembelajaran remedial di luar jam pelajaran dapat melibatkan orang tua di rumah.

Pelaksanaan pembelajaran remedial dapat dilakukan secara individual, kelompok, maupun klasik.

  1. Remedial secara individual dilakukan jika hasil penilaian dalam satu rombongan belajar, menunjukkan satu atau beberapa orang peserta didik (biasanya tidak lebih dari 15% dari jumlah peserta didik di kelas) mengalami kesulitan terhadap materi atau KD atau menunjukkan perilaku khas yang perlu penanganan secara individual.
  2. Remedial yang dilakukan secara kelompok, didasarkan pada pertimbangan bahwa sejumlah peserta didik dalam satu rombongan belajar menunjukkan kesulitan yang relatif sama pada materi atau KD dalam subtema tertentu.
  3. Remedial secara klasikal dilakukan jika sebagian besar atau sekitar 75% peserta didik mengalami kesulitan.

Dalam pelaksanaannya, berdasarkan hasil asesmen diagnostik, strategi pembelajaran remedial ditekankan pada:

  1. Keunikan peserta didik.
  2. Alternatif contoh dan aktivitas terkait materi ajar.
  3. Strategi/metode pembelajaran.