Visi, Misi, dan Tujuan Sebagai Komponen KOSP

Komponen 2 KOSP


A. Pengertian Visi, Misi, dan Tujuan

Visi, misi, dan tujuan menjadi referensi arah pengembangan dan menunjukkan prioritas satuan pendidikan. Merumuskan visi, misi, dan tujuan satuan pendidikan merupakan langkah awal yang sangat penting sebagai acuan utama dalam merancang pembelajaran yang berkualitas. Untuk satuan pendidikan, visi, misi, dan tujuan harus berpusat pada peserta didik.

Visi adalah cita-cita bersama pada masa mendatang dari warga satuan pendidikan, yang dirumuskan berdasarkan masukan dari seluruh warga satuan pendidikan.

  • Visi merupakan gambaran masa depan yang ingin dicapai oleh satuan pendidikan.
  • Visi harus dapat memberikan panduan/arahan serta motivasi.
  • Visi harus tampak realistis, kredibel dan atraktif. Sebaiknya mudah dipahami, relatif singkat, ideal, dan berfokus pada mutu, serta memotivasi setiap pemangku kepentingan.

Misi adalah pernyataan bagaimana satuan pendidikan mencapai visi yang ditetapkan untuk menjadi rujukan bagi penyusunan program jangka pendek, menengah, dan jangka panjang, dengan berdasarkan masukan dari seluruh warga satuan pendidikan.

  • Pernyataan misi menunjukkan secara jelas mengenai apa yang hendak dicapai oleh satuan pendidikan.
  • Rumusan misi selalu dalam bentuk kalimat yang menunjukkan tindakan, bukan kalimat yang menunjukkan keadaan sebagaimana pada rumusan visi.
  • Antara indikator visi dan rumusan misi harus ada keterkaitan atau terdapat benang merahnya secara jelas. Satu indikator visi dapat dirumuskan lebih dari satu rumusan misi.
  • Misi menggambarkan upaya bersama yang berorientasi kepada peserta didik.

Tujuan adalah gambaran hasil yang akan dicapai dalam kurun waktu tertentu oleh setiap satuan pendidikan atau program keahlian dengan mengacu pada karakteristik dan/atau keunikan setiap satuan pendidikan sesuai dengan prinsip yang sudah ditetapkan.

  • Tujuan harus serasi dan mendeskripsikan misi dan nilai-nilai satuan pendidikan.
  • Tujuan fokus pada hasil yang diinginkan pada peserta didik.
  • Tujuan harus spesifik, terukur, dapat dicapai dalam jangka waktu tertentu. Untuk mengetahui pencapaian tujuan pendidikan, satuan pendidikan dapat melakukan evaluasi.

B. Merumuskan Tujuan Satuan Pendidikan

Tujuan harus selalu merupakan perwujudan dari visi dan misi satuan pendidikan. Tujuan satuan pendidikan harus mencerminkan karakteristik atau hasil yang akan dicapai oleh peserta didik. Karakteristik tersebut mencakup berbagai kapasitas dan tanggung jawab seseorang yang mencakup pertumbuhan intelektual, pribadi, dan emosional serta sosial.

Prinsip-prinsip dalam merumuskan tujuan yang berpusat pada peserta didik:

  1. Dalam kurikulum operasional satuan pendidikan, profil pelajar Pancasila secara lengkap menjadi fondasi, termasuk semua dimensi beserta elemen dan sub elemennya. Satuan pendidikan dapat menambahkan kompetensi peserta didik sesuai dengan karakteristik satuan pendidikan, selama tidak bertentangan dengan profil pelajar Pancasila.
  2. Mengevaluasi secara kritis lingkungan belajar di satuan pendidikan dan membuat perubahan yang diperlukan agar memungkinkan semua peserta didik dan pendidik untuk bekerja mengembangkan nilai-nilai profil pelajar Pancasila pada peserta didik.
  3. Memfokuskan kembali pada tujuan satuan pendidikan atau program keahlian untuk SMK, secara kreatif mengelola sumber daya yang ada pada satuan pendidikan, baik itu sumber daya manusia (pendidik/ orang tua, peserta didik) maupun sumber daya lainnya seperti lingkungan/ komunitas di sekitar satuan pendidikan.
  4. Menjadikan profil pelajar Pancasila sebagai prinsip utama setiap program pembelajaran untuk membantu peserta didik berkembang sesuai keragaman potensinya.
  5. Menggunakan profil pelajar Pancasila sebagai alat untuk melakukan refleksi dan analisis seluruh program pembelajaran di satuan pendidikan.
  6. Satuan pendidikan melakukan refleksi secara berkala, untuk mengetahui sejauh mana keberhasilan dalam pembelajaran, pada struktur dan sistem, serta kurikulum yang ada di satuan pendidikan. Dengan demikian, memungkinkan peserta didik dan pendidik yang melaksanakan program pembelajaran, untuk berkembang menjadi seperti yang dideskripsikan di profil pelajar Pancasila yang ada di satuan pendidikan.

C. Merumuskan Visi-Misi-Tujuan Satuan Pendidikan

Dalam merumuskan visi-misi-tujuan, satuan pendidikan perlu melakukan evaluasi kesiapan implementasi sehingga dapat menyesuaikannya dengan pilihan yang akan dijalankan. Pilihan-pilihan ini bertujuan untuk memberikan gambaran bagi satuan pendidikan bahwa penyusunan dan pelaksanaan kurikulum operasional dapat dilakukan sesuai kesiapan dan kondisi masing-masing satuan pendidikan. Selain itu satuan pendidikan juga diharapkan melakukan refleksi secara rutin agar dapat menentukan pilihan yang tepat dalam menyusun dan melaksanakan kurikulum operasional.

Dalam merumuskan visi, misi, dan tujuan satuan pendidikan ada 4 (empat) opsi yang bisa dijadikan sebagai acuan, yaitu:

Menggunakan visi, misi, dan tujuan satuan pendidikan yang sudah ada

Pada pilihan 1, kepala satuan pendidikan membantu anggota satuan pendidikan untuk memahami dan berkomitmen terhadap visi-misi-tujuan satuan pendidikan. Kepala satuan pendidikan mengajak anggota satuan pendidikan untuk melakukan refleksi terhadap celah (gap) antara visi-misi-tujuan dan kondisi riil satuan pendidikan. Kepala satuan pendidikan kemudian memastikan keselarasan antara program prioritas, strategi, organisasi, dan rancangan pembelajaran yang akan dijalankan di satuan pendidikan dengan visi, misi, dan tujuan satuan pendidikan dan dapat memenuhi kebutuhan satuan pendidikan. Pengawas atau penilik menjadi mentor kepala satuan pendidikan dalam penyelarasan komponen kurikulum operasional dengan visi-misi-tujuan satuan pendidikan.

Contoh pertanyaan:

  • Apakah semua warga satuan pendidikan memahami hal-hal yang menjadi prioritas untuk mencapai visi?
  • Apakah cara/strategi untuk mencapai misi realistis untuk dijalankan?
  • Bagaimana satuan pendidikan mengorganisasi dan merancang pembelajarannya untuk mencapai tujuan?

Menyelaraskan Visi, Misi, dan Tujuan Satuan Pendidikan

Visi dan misi perlu dikomunikasikan dengan jelas kepada seluruh warga satuan pendidikan untuk membantu mereka memahami dampak peran masing-masing terhadap pencapaian visi satuan pendidikan. Semua program prioritas dan tugas yang dilaksanakan oleh setiap warga satuan pendidikan harus selaras dengan visi dan misi satuan pendidikan.


Meninjau ulang visi, misi, dan tujuan satuan pendidikan, serta melakukan penyesuaian sederhana terhadap tujuan yang disesuaikan dengan kondisi lingkungan internal satuan pendidikan

Pada pilihan 2, kepala satuan pendidikan melakukan analisis keselarasan tujuan satuan pendidikan dengan visi dan misi. Dari hasil analisis tersebut, kepala satuan pendidikan meninjau ulang tujuan yang telah ditetapkan dan melakukan penyesuaian sederhana terhadap tujuan yang belum sesuai dengan kondisi riil satuan pendidikan dan yang tidak mendukung pencapaian visi dan misi. Pengawas atau penilik dapat memantau dan menjadi mentor jika diperlukan dalam proses peninjauan dan penyesuaian sederhana tujuan satuan pendidikan agar menjadi lebih spesifik, terukur, dapat dicapai, realistis, dan berbatas waktu.

Contoh pertanyaan untuk review tujuan:

  • Apa yang menjadi prioritas bagi satuan pendidikan (atau program keahlian untuk SMK) dalam mendukung kompetensi peserta didik?
  • Apa yang mendasari tujuan ini?
  • Kompetensi apa saja yang perlu dimiliki oleh peserta didik?
  • Mengapa kompetensi ini dianggap penting?
  • Apa saja keterampilan yang perlu dikuasai peserta didik?
  • Apa karakteristik individu yang ingin dibangun?
  • Jabatan pekerjaan/okupasi apa saja yang berpotensi untuk diisi oleh lulusan program keahlian ini? (Untuk SMK)

Meninjau ulang visi, misi, dan tujuan satuan pendidikan, serta menyesuaikannya berdasarkan hasil evaluasi dan disesuaikan dengan kondisi lingkungan internal dan eksternal satuan pendidikan, karakteristik peserta didik, dan aspirasi orangtua

Pada pilihan 3, kepala satuan pendidikan melakukan analisis keselarasan antara visi, misi, dan tujuan menggunakan hasil evaluasi, kondisi riil satuan pendidikan, karakteristik peserta didik, dan aspirasi orangtua.

Dari hasil analisis tersebut, kepala satuan pendidikan meninjau ulang visi, misi, dan tujuan satuan pendidikan dan melakukan revisi untuk menajamkan aspek yang belum selaras dengan pencapaian profil pelajar Pancasila atau yang belum sesuai dengan kondisi riil satuan pendidikan, kebutuhan peserta didik, dan umpan balik dari orang tua. Pengawas atau penilik dapat memantau proses peninjauan dan revisi visi-misi-tujuan dan menjadi mentor jika diperlukan.

Contoh pertanyaan untuk menelaah visi-misi-tujuan:

  • Bagian mana yang perlu ditajamkan dalam visi dan misi?
  • Apakah perlu membuat visi dan misi baru yang lebih sesuai dengan kondisi lingkungan dan karakteristik peserta didik?
  • Apa saja prioritasnya?

Mempertimbangkan sudut pandang/ masukan dari berbagai pemangku kepentingan satuan pendidikan dalam meninjau ulang secara menyeluruh dan merumuskan kembali visi, misi, dan tujuan berdasarkan analisis karakteristik satuan pendidikan

Pada pilihan 4, kepala satuan pendidikan melakukan analisis keselarasan antara visi, misi, dan tujuan menggunakan hasil evaluasi dan sudut pandang/ masukan dari berbagai pemangku kepentingan. Dari hasil analisis tersebut, kepala satuan pendidikan merumuskan ulang visi, misi, dan tujuan satuan pendidikan agar lebih selaras dengan pencapaian profil pelajar Pancasila atau lebih sesuai dengan kondisi riil satuan pendidikan, kebutuhan peserta didik, dan masukan/ sudut pandang berbagai pemangku kepentingan. Pengawas atau penilik dapat memantau proses perumusan ulang visi-misi-tujuan, menjadi coach jika diperlukan oleh satuan pendidikan.

Contoh pertanyaan:

  • Seperti apakah gambaran ideal tentang masa depan yang ingin diwujudkan oleh satuan pendidikan?
  • Bagaimana satuan pendidikan bisa mencapai gambaran ideal tersebut?
  • Adakah visi, misi, tujuan program, dan/atau prioritas pemerintah daerah yang relevan dengan program keahlian yang dikembangkan oleh satuan pendidikan?
  • Bagaimana menggunakan aset yang dimiliki untuk membantu kemajuan/ perkembangan satuan pendidikan?

D. Contoh Membuat Visi, Misi, dan Tujuan Satuan Pendidikan

Contoh 1: Membuat Visi

Langkah-langkah dalam membuat Visi Satauan Pendidikan

  1. Lakukan wawancara atau survei terhadap peserta didik, staf/ pendidik, dan orang tua, untuk mendapatkan informasi sebagai bahan diskusi.
  2. Dari jawaban mereka, buatlah keterkaitan/ benang merah.
  3. Letakkan jawaban-jawaban ketiga kelompok tersebut sehingga semuanya terlihat.
  4. Telisik persamaan dan perbedaannya:
    1. Kumpulkan sebanyak mungkin persamaannya. Kumpulan persamaan ini merepresentasikan harapan bersama warga satuan pendidikan.
    2. Bahas perbedaan yang ditemukan. Apa saja kemungkinan yang membuat perbedaan tersebut?
    3. Apa kaitannya dengan persamaan yang ditemukan?
  5. Mengubah kesimpulan yang didapatkan menjadi kalimat visi.
  6. Menentukan komponen utama visi yang diturunkan menjadi indikator-indikator pencapaian visi.

Pertanyaan-pertanyaan yang dapat diajukan dan digali dari warga satuan pendidikan

Peserta didik

  • Apa kebutuhan yang ingin dipenuhi di satuan pendidikan?
  • Satuan pendidikan seperti apa yang kamu inginkan?
  • Hal apa yang paling ingin didapat/ dipelajari/ dikuasai di satuan pendidikan?
  • Apa yang paling penting bagi kamu di satuan pendidikan?

Staf/pendidik

  • Mengapa memilih profesi sebagai pendidik/ bekerja di satuan pendidikan? Apa yang ingin dicapai?
  • Apa harapan bagi pelajar yang ada di satuan pendidikan ini? Jika mereka keluar atau sudah lulus ingin mereka jadi individu seperti apa?
  • Apa nilai-nilai yang Anda percayai? Bagaimana menanamkan itu pada pelajar? Apa perubahan diri yang diharapkan terjadi?

Orang tua

  • Mengapa memilih satuan pendidikan ini?
  • Apa harapannya terhadap satuan pendidikan?
  • Pribadi peserta didik seperti apa yang diharapkan?
  • Kalau bisa menentukan hal paling penting yang perlu dipelajari di satuan pendidikan, apakah itu?

Contoh 2: Membuat Visi

  1. Selain melakukan wawancara atau survei terhadap peserta didik, staf/ pendidik, dan orang tua, satuan pendidikan juga dapat melibatkan alumni, mitra dunia kerja, dan dinas pendidikan provinsi untuk mendapatkan informasi sebagai bahan diskusi.
  2. Dari jawaban mereka, buatlah keterkaitan/ benang merah.
  3. Letakkan jawaban-jawaban kelima kelompok tersebut sehingga semuanya terlihat.
  4. Telisik persamaan dan perbedaannya:
    1. Kumpulkan sebanyak mungkin persamaannya. Kumpulan persamaan ini merepresentasikan harapan bersama warga satuan pendidikan.
    2. Bahas perbedaan yang ditemukan. Apa saja kemungkinan yang membuat perbedaan tersebut?
    3. Apa kaitannya dengan persamaan yang ditemukan?
  5. Mengubah kesimpulan yang didapatkan menjadi kalimat visi.
  6. Menentukan komponen utama visi yang diturunkan menjadi indikator-indikator pencapaian visi.

Pertanyaan-pertanyaan yang dapat diajukan dan digali dari warga satuan pendidikan

Alumni

  • Apa mata pelajaran yang diambil pada saat belajar di satuan pendidikan selaras dengan jurusan/ bidang pekerjaan yang ditekuni?
  • Apa tantangan terbesar yang dihadapi ketika baru belajar di jenjang berikutnya/ bekerja?
  • Apakah satuan pendidikan memberikan kompetensi yang mumpuni untuk berada di jenjang berikutnya/ bekerja?

Mitra Dunia Kerja

  • Apa bidang pekerjaan yang akan sangat dibutuhkan 10 tahun dari sekarang?
  • Kompetensi seperti apa yang diharapkan dapat dicapai oleh lulusan satuan pendidikan?
  • Profil pekerja seperti apa yang menonjol dan dapat menjadi pemimpin di bidang pekerjaan?

Dinas Pendidikan

  • Apa visi, misi, dan tujuan daerah?
  • Apa saja perubahan sistem yang terjadi di daerah setempat?
  • Apakah ada integrasi aktivitas untuk mendukung pencapaian visi satuan pendidikan?

Contoh 3: Membuat Misi

Untuk membuat kalimat aksi yang jelas, gunakan kata kerja operasional yang bersifat umum yang masih bisa diterjemahkan menjadi pernyataan spesifik. Contoh:

  • Menjadi satuan pendidikan yang menginspirasi perubahan
  • Menginisiasi aksi-aksi nyata dalam rangka mendidik masyarakat mengenai cara hidup ramah lingkungan

Langkah-langkahnya sebagai berikut:

  1. Membuat misi dapat dilakukan dalam kelompok-kelompok diskusi. Setiap kelompok dapat ditugaskan untuk membuat sebanyak mungkin kalimat aksi dari satu indikator pencapaian visi.
  2. Kelompok membuat kalimat-kalimat aksi yang sesuai dengan indikator pencapaian visi yang dimaksud.
  3. Dalam rapat pleno, semua kalimat aksi yang telah dibuat direviu bersama, dikelompokkan berdasarkan kemiripan dan mengarah pada komponen visi yang serupa. Kemudian dirumuskan dalam kalimat aksi yang lebih sederhana, namun dengan cakupan yang lebih luas. Satu indikator pencapaian visi dapat dibuat ke dalam 1-3 kalimat misi.
  4. Cek kembali kalimat misi yang sudah dibuat dengan pertanyaan pemantik berikut.
    • Apakah misi sudah berupa kalimat tindakan?
    • Apakah misi menjelaskan pencapaian indikator visi?
    • Apakah misi sudah dinyatakan dengan jelas dan tidak multitafsir?
    • Apakah misi menunjukkan keberpihakan pada peserta didik?

Contoh 4: Membuat Tujuan Satuan Pendidikan atau Program Keahlian

Tujuan dibuat untuk menerjemahkan kalimat tindakan dalam misi menjadi aksi-aksi spesifik dan terukur. Aksi-aksi inilah yang selanjutnya akan digunakan manajemen satuan pendidikan untuk menyusun program kerja yang akan direfleksikan dan dievaluasi dalam kurun waktu tertentu.

Prinsip penting dalam membuat tujuan:

  1. Specific
    • Apakah tujuan dibuat sederhana dan spesifik?
    • Apakah tujuan dapat menunjukkan ciri khas satuan pendidikan?
  2. Measurable
    • Apakah tujuan dapat diukur dan dapat memotivasi warga satuan pendidikan agar tercapai?
    • Apakah kriteria pencapaiannya jelas?
  3. Achievable/Attainable
    • Apakah tujuan dapat dicapai dan dilaksanakan oleh seluruh warga satuan pendidikan?
    • Apakah pembuatan tujuan melibatkan masukan/sudut pandang pihak eksternal?
  4. Relevant
    • Apakah tujuan relevan dengan misi dan masuk akal?
    • Apakah tujuan menempatkan peserta didik sehingga mampu memperkuat kompetensinya?
  5. Time Bound
    • Apakah tujuan memiliki alokasi waktu yang lebih fleksibel dengan linimasa yang disesuaikan dengan kebutuhan?
    • Apakah tujuan melibatkan semua pendidik dalam pembuatan linimasa tersebut?

Contoh 5: Membuat Tujuan Satuan Pendidikan atau Program Keahlian

  1. Dari kalimat misi yang dibuat, deskripsikan langkah yang dilakukan agar misi tersebut dapat diselesaikan.
  2. Pastikan setiap kalimat tujuan dibuat dengan spesifik, dapat diukur, dan memiliki alokasi waktu yang jelas.
  3. Contoh berikut dapat digunakan untuk mengecek setiap kalimat tujuan sudah memenuhi prinsip SMART (baris berwarna adalah penjelasan dari SMART).

Kalimat tujuan: Menyelenggarakan program unggulan yang bertujuan untuk meningkatkan kompetensi peserta didik satu kali setiap akhir semester.

Prinsip penting dalam membuat tujuan:

  1. Specific. Sederhana dan jelas. Menyelenggarakan program unggulan satuan pendidikan
  2. Measurable. Ada satuan ukuran atau kriteria ketercapaian. Dapat diukur dengan contoh kriteria:
    • Satuan pendidikan jadi perintis dalam penyelenggaraan program
    • Program berkualitas
    • Program yang dipahami dan menjadi komitmen seluruh warga satuan pendidikan
  3. Attainable. Masuk akal dan dapat dicapai. Menyelenggarakan program dengan alokasi waktu yang tertera masuk akal dan dapat dicapai
  4. Relevant. Relevan dengan misi dan berpihak pada peserta didik. Tujuan untuk meningkatkan kompetensi peserta didik
  5. Time bound. Ada alokasi waktu pencapaian. Satu kali setiap akhir semester

Contoh 6: Membuat Membuat Tujuan Satuan Pendidikan atau Program Keahlian

Selain SMART (Specific, Measurable, Achievable/Attainable, Relevant, Time bound), ada dua prinsip tambahan yang perlu dipertimbangkan ketika satuan pendidikan menyusun tujuan satuan pendidikan atau program keahlian (untuk konteks SMK), yaitu Evaluated dan Reviewed.

Prinsip penting dalam membuat tujuan:

  1. Specific
  2. Measurable
  3. Achievable/Attainable
  4. Relevant
  5. Time bound
  6. Evaluated, tujuan perlu dievaluasi untuk memastikan pencapaiannya, secara berkala menyediakan waktu untuk mendiskusikan bersama warga satuan pendidikan.
  7. Reviewed, tujuan juga perlu ditinjau secara berkelanjutan, direfleksikan bersama, dan didiskusikan modifikasi yang perlu dilakukan.

Sumber:
Panduan Pengembangan Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan
Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan
Kemendikbudristek 2022