Pentingnya Think Aloud Dalam Akselerasi Literasi Peserta Didik


Hasil kajian nasional dan internasional yang mengukur tingkat literasi penduduk Indonesia menunjukkan bahwa peserta didik Indonesia masih lemah dalam memahami dan menggunakan bahan-bahan bacaan, khususnya teks dokumen. Peserta didik Indonesia sudah mampu membaca namun masih mengalami buta huruf fungsional, mereka mampu membaca namun tidak dapat menangkap pesan dari apa yang sudah mereka baca, mereka masih kesulitan dalam memahami konteks wacana dengan tepat terhadap teks yang mereka baca dan masih kesulitan dalam menjawab pertanyaan berdasarkan informasi dalam teks.

Kelemahan peserta didik Indonesia dalam aktivitas membaca menjadi evaluasi penting tentang bagaimana seharusnya aktivitas ini dapat ditingkatkan efektivitasnya mengingat menurut kajian Wagner (2008) kemampuan penting yang diperlukan pada percepatan arus informasi seperti saat ini adalah kemampuan berpikir kritis (critical thinking), termasuk cara menganalisis informasi yang diterima untuk kemudian diolah dan disampaikan kembali. Dengan kata lain, kemampuan membaca kritis dalam kegiatan literasi menjadi hal yang paling mendasar dan perlu ditanamkan bagi peserta didik di sekolah.

Pada umumnya, terdapat empat jenis kegiatan membaca yang sudah lazim digunakan dalam proses pembelajaran dikelas-kelas yaitu membaca nyaring (read aloud), membaca senyap, membaca terpandu dan membaca bersama. Semua jenis kegiatan tersebut dapat digunakan dan dimodifikasi oleh guru disesuaikan dengan kebutuhan dan tujuan yang akan dicapai. Namun satu hal yang luput dari empat jenis kegiatan yang telah disebutkan adalah minimnya pemodelan oleh guru sebagai pembaca aktif kepada peserta didik dalam proses memahami, menganalisis informasi yang diterima dan disampaikan kembali. Terkesan peserta didik dibiarkan melakukan aktivitas membaca tanpa dibekali strategi untuk mencapai tujuan membaca.

Pentingnya Think Aloud Dalam Akselerasi Literasi Peserta Didik

A. Pengertian Think Aloud

Think Aloud berarti berpikir lantang atau nyaring adalah strategi untuk memverbalkan atau membunyikan secara lisan apa yang ada di dalam fikiran pembaca pada saat berusaha memahami teks, memecahkan masalah, atau mencoba untuk menjawab pertanyaan terkait teks.

Pada saat melakukan pemodelan Think Aloud, guru secara sistematis mengucapkan dengan lantang/ nyaring kata, kalimat atau bagian khusus yang dipilih sebagai bahan yang dimodelkan. Guru menjelaskan bagaimana alur berpikir yang "seharusnya" dilakukan untuk memahami bagian teks yang dimaksud.


B. Manfaat Strategi Think Aloud

Beberapa manfaat yang dapat diperoleh dari strategi Think Aloud antara lain :

  1. Membantu peserta didik dalam memantau alur berpikir mereka saat membaca sehingga guru mampu mengarahkan/memfokuskan alur berpikir yang seharusnya agar pemahaman membaca peserta didik lebih maksimal.
  2. Mengajarkan kepada peserta didik bagaimana membaca kembali kalimat, membaca untuk mengklarifikasi dan/atau mencari makna secara kontekstual sesuai dengan teks yang mereka baca.
  3. Memperlambat waktu membaca sehingga peserta didik mampu memahami teks lebih menyeluruh dan kontekstual.
  4. Meningkatkan daya berpikir kritis peserta didik dalam memahami teks.
  5. Membentuk karakter baik sehingga peserta didik lebih percaya diri, berani, terbuka, jujur dan berpikir kritis.

Pada artikel selanjutnya akan kami paparkan tentang bagaimana strategi think aloud diterapkan, mulai dari tahap persiapan hingga tahap pelaksanaan.


Sumber:

Seri Manual Gerakan Literasi Sekolah (GLS) di SMA
Strategi Think Aloud

Direktorat Sekolah Menengah Atas
Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah
Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan Tahun 2020