Taktik dan Strategi Bola Basket


Taktik dan Strategi Bola Basket

A. Jump Ball

Jump Ball dilakukan pertama kali sebagai tanda permainan bola basket dimulai. Dilakukan di dalam lingkaran tengah dan bola dilempar ke atas oleh wasit di tengah-tengah kedua pemain, lalu kedua pemain tersebut berebut melakukan tip ball agar dapat melakukan penyerangan awal.

  1. Membentuk formasi box, yaitu satu pemain di tengah yang akan melakukan tip, dua di belakang, dan dua di depan. Formasi ini dipergunakan jika yang melakukan jump ball terlihat akan menang karena jauh lebih tinggi.
  2. Jika yang melakukan jump ball terlihat kalah, maka kita dapat membentuk diamond dengan cara: satu pemain di tengah yang akan melakukan tip, satu di belakang, dua pemain di samping kiri kanan pemain yang akan melakukan tip.

B. Bertahan (Defense)

Defense adalah sistem pertahanan dalam suatu permainan. FIBA mengamanatkan bahwa pemain di bawah 16 tahun harus diajarkan sistem man to man defense terlebih dahulu karena:

  1. Mengajarkan prinsip tanggung jawab lebih besar karena setiap pemain harus bertahan dalam area satu lapangan penuh. Sedangkan pertahanan zone/ area hanya bertanggung jawab pada area yang menjadi tanggung jawabnya saja.
  2. Mobilisasi energi maksimum karena harus bergerak ke semua arah dari pergerakan pemain yang dijaganya.
  3. Menutup jalur passing (Deny), adalah usaha penjaga dalam menjaga penyerang yang tidak memegang bola dengan meletakkan tangannya di jalur passing penyerang yang memegang bola ke arah penyerang yang dijaganya.
  4. Triangle position, adalah usaha penjaga dalam menjaga penyerang yang tidak memegang bola dengan membentuk segitiga antara orang yang dijaga dengan 70% perhatian dan 30% perhatian ke penyerang yang memegang bola. Tujuannya adalah agar pemain siap membantu dan melakukan usaha memotong bola jika orang yang dijaga mendapat operan bola dari penyerang yang memegang bola.

Prinsip-prinsip dalam Penjagaan Man To Man

  • Lapangan dibagi dua memanjang dari tengah ring yang satu ke tengah ring lainnya.
  • Membagi lapangan kanan kiri (weak side and strong side), juga dibagi dua di tengah lapangan menjadi daerah bertahan (back court) dan daerah menyerang (front court).
    • Strong side/ ball side adalah daerah penjagaan rapat sehingga yang memegang bola sulit melakukan passing dan yang tidak memegang bola sulit mendapatkan passing dari temannya yang memegang bola.
    • Weak side/ help side daerah tempat penjaga akan melonggarkan sistem pertahanannya dengan merapat ke tengah lapangan mendekati garis tengah lapangan. Tujuannya membantu teman yang bertahan di daerah strong side jika ada yang dapat dilewati penyerang atau segera melakukan rebound jika ada usaha shooting dari penyerang.

C. Sistem membawa bola dari daerah bertahan ke daerah menyerang atau Transition Defense to Offense (T–D–O)

Pergerakan dari bertahan ke menyerang. Biasanya pergerakan ini dilakukan saat lawan tidak dapat melakukan point/ miss point dan pergerakan dilakukan dengan cepat.

Rangkaian T–D-O adalah Defense Rebound - Outlet Pass/ Dribble Go - Cutter/ Go To Forward - Fast Break.

  1. Serangan kilat/ fast break
  2. Sistem serangan yang paling efektif dan harus dipahami oleh seluruh atlet bola basket Indonesia karena postur orang Indonesia tidak tinggi, tetapi harus mempunyai kecepatan. Sistem ini dibangun dengan kemampuan melakukan rebound kuat, lalu segera melakukan passing ke depan sejauh mungkin sehingga lawan belum kembali, tetapi kita sudah memasukkan bola.

  3. Serangan saat lawan sudah bertahan dengan satu sampai dengan dua pemain/ second break

    Serangan ini dibangun jika usaha fastbreak gagal karena lawan sudah kembali satu sampai dua pemain, maka serangan harus dibangun oleh dua sampai tiga pemain. Sistem serangan ini harus sangat sering dilatih karena pada pertandingan sesungguhnya kondisi seperti ini akan sangat sering terjadi.

  4. Serangan pendahulu/ early offense
  5. Serangan sebelum pemain bertahan melakukan sistem bertahan yang sudah baik (balancing defense) pada saat pemain yang menyerang sudah melakukan finishing yang biasanya dilakukan dari jauh. Sistem ini dipergunakan jika pemain tim kita kalah tinggi, tetapi menang kecepatan dan fisik karena setelah serangan early offense ini akan diikuti sistem pertahanan satu lapangan (full court defense).


D. Sistem Penyerangan (Offense)

Sistem penyerangan adalah permainan khusus untuk melakukan penyerangan dengan tujuan memasukkan bola ke ring dengan cara memecahkan sistem pertahanan yang dilakukan oleh tim yang bertahan.

Adapun sistem penyerangan yang biasa dipergunakan adalah:

  1. Sistem Penyerangan Bebas/ Free style
    • Pada sistem penyerangan ini pemain bebas beradaptasi dengan sistem penjagaan.
    • Pemain bergerak tetapi tetap ada peraturan permainan bola basket yang sudah dilatih bersama, seperti pemain tinggi beroperasi di dalam dekat ring dan pemain yang kurang tinggi beroperasi di luar.
    • Pemain boleh bergerak dari daerah weak side ke daerah strong side, begitu juga sebaliknya.
    • Biasanya pemain tersebar di kiri kanan dan atas dengan seimbang.
  2. Sistem Penyerang yang Diatur/ Set Play/ Pattern
    • Sistem penyerangan yang sudah diatur posisi dan pergerakan setiap atletnya.
    • Sistem ini sebaiknya diminimalkan karena banyak pelatih yang menganggapnya dapat menghambat kebebasan atlet dalam berkreasi.
  3. Sistem Penyerangan/ Motion
    • Sistem ini mengutamakan pergerakan dan operan/ banyak passing.
    • Dengan banyak pergerakan pemain yang berpindah tempat dan cepatnya operan, sistem pertahanan lawan akan goyah dan ada momen tepat untuk menembus sistem pertahanan sehingga penyerang bisa melakukan finishing shooting/ lay up tanpa penjagaan yang berarti.

E. Merajah Bola Pada Saat Penyerangan (Offensive Rebound)

Setiap melakukan finishing/ shooting/ lay up harus ada tiga pemain yang bergerak mendekat ke ring, sedangkan dua lainnya sedikit bergerak mundur untuk bertindak sebagai pemain yang fokus bertahan.

Ada 2 keutamaan yang didapat yaitu:

  1. Mencari/ melihat kesempatan memasukkan bola kedua (jika berhasil melakukan offensive rebound) atau looking for second change.
  2. Jika pemain bertahan berhasil melakukan defensive rebound, maka pemain terdekat dengan pemain yang mendapat bola segera melakukan penjagaan sehingga lawan tidak bisa segera melakukan serangan balik.

F. Transisi dari Menyerang ke Bertahan (Transition Offense to Defense)

Transisi dari menyerang ke bertahan adalah sistem permainan bola basket yang fokus pada pergerakan dari menyerang ke bertahan.

Pada usaha offensive rebound yang kedua, lawan mendapat bola dan tiga orang yang bertugas mendekati ring untuk melakukan offensive rebond segera melakukan penjagaan untuk yang mendapat bola dan penyerang terdekat yang meminta bola. Ini yang disebut pergerakan stop ball.


G. Sistem Memasukkan Bola ke Dalam (In Bound Play)

  1. Dari Bola Out
  2. Ada dua situasi yang perlu diperhatikan pada in bound play, yaitu:

    • Bola berawal dari samping lapangan/ side line play
    • Bola berawal dari garis belakang ring/ base line play

    Pelatih harus mengajarkan hal ini dengan mengorbankan banyak waktu berlatih, dimulai dengan penyerangan dari kedua arah.

    Biarkan mereka berkreasi sendiri, pelatih hanya mengarahkan saja.

  3. Dari Posisi Out
  4. Sistem penyerangan ini khusus membahas usaha memasukkan bola dari luar ke dalam, baik dari samping lapangan/ side line maupun dari sisi garis di belakang ring/ base line.


H. Sistem Permainan Pada Situasi Tembakan Bebas (Free Throw Situation)

Dalam situasi free throw kita harus selalu ingat bahwa yang mencirikan permainan bola basket ala Indonesia harus terlihat, sehingga kita dapat memasang pemain yang benar-benar pemain petarung pada posisi rebound dan yang siap melakukan offensive rebound, serta dilanjutkan dengan penjagaan ketat kepada pemain bertahan yang memenangi rebound.


I. Sistem Bermain Pada Saat Waktu Hampir Habis (Last Second Situation)

Situasi dalam pertandingan sesungguhnya yang sangat sering menentukan menang kalahnya suatu tim.

Melakukan kesalahan atau blunder yang tidak seharusnya tentu akan sangat menyakitkan bagi tim yang kalah. Oleh karena itu, para pemain harus diberikan pelatihan dan pengertian sejak awal.

Hal-hal yang perlu diperhatikan, antara lain:

  • Posisi tim sedang memimpin dan waktu sudah mendekati akhir. Apa yang harus dilakukan?
  • Posisi tim kalah sedikit di akhir-akhir pertandingan, apa yang harus dilakukan?
  • Kapan mengambil pelanggaran yang disengaja (sacrifice foul)?

Semua ini harus benar-benar didiskusikan dengan pemain sampai mereka semua mengerti mengapa perlakuan tersebut dilakukan di saat akhir pertandingan.


Sumber:
Ekstrakurikuler Basket Jenjang SMP
Kemendikbudristek 2021