Pemanfaatan Teknologi Digital dan Kecerdasan Artifisial Berpusat pada Manusia


Pemanfaatan dan pembelajaran teknologi digital dan kecerdasan artifisial dalam penyelenggaraan pendidikan harus berpusat pada manusia (human-centered). Maksud dan tujuannya adalah teknologi tersebyt berfungsi sebagai alat untuk memperkuat kapasitas intelektual peserta didik, bukan sebagai pengganti yang dapat menyebabkan penurunan kemampuan berpikir kritis (cognitive debt) akibat ketergantungan pada hasil instan.

Untuk itu, seluruh pemangku kepentingan harus berpegang pada nilai berikut:

  1. Manusia sebagai Pengendali Utama (Human in Controls)
  2. Teknologi digital dan kecerdasan artifisial berfungsi sebagai asisten untuk stimulasi ide awal dan hasilnya harus dianalisis serta dievaluasi oleh manusia. Keputusan akhir dan tanggung jawab tetap berada pada pengguna.

  3. Skeptisisme Sehat
  4. Wajib waspada dan memverifikasi setiap informasi, sumber, dan alur penalaran dari teknologi digital dan kecerdasan artifisial. Kesadaran akan keterbatasan dan potensi kesalahan dari luaran kecerdasan artifisial seperti halusinasi atau bias harus selalu dijaga.

  5. Pengembangan Diri
  6. Teknologi digital dan kecerdasan artifisial harus digunakan sebagai alat untuk melatih dan mempertajam kemampuan kognitif pengguna, bukan sebagai jalan pintas yang menghambat proses pembelajaran autentik.

  7. Berlandaskan Pancasila dan Nilai-nilaiLuhur Bangsa Indonesia
  8. Pemanfaatan teknologi digital dan kecerdasan artifisial harus berlandaskan Pancasila dan nilai-nilai luhur bangsa agar pemanfaatannya senantiasa sejalan dengan moralitas, kemanusiaan, dan keadilan sosial. Prinsip Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Kerakyatan, dan Keadilan Sosial menjadi rujukan etis dalam memastikan bahwa teknologi ini tidak disalahgunakan untuk membahayakan individu atau kelompok, menyebarkan disinformasi, atau melemahkan integritas sosial. Dengan menjunjung tinggi nilai gotong royong, kejujuran, tanggung jawab, dan penghormatan terhadap martabat manusia, pemanfaatan teknologi digital dan kecerdasan artifisial diharapkan dapat memperkuat kesejahteraan bersama, memperkaya ekspresi budaya nasional, serta menjaga harmoni sosial di tengah transformasi digital yang cepat.