Pelaksanaan dan Asesmen Kokurikuler


Pada awal pelaksanaan kokurikuler, pendidik melaksanakan kegiatan dengan mengacu pada perencanaan sambil mengamati dinamika pembelajaran. Pendidik lalu menyesuaikan strategi pembelajaran agar lebih kontekstual, kolaboratif, dan mendorong eksplorasi serta refleksi. Pada tahap ini, pendidik menciptakan ruang belajar yang menantang, menggugah rasa ingin tahu, dan memberi kesempatan bagi murid untuk terlibat aktif, mengembangkan ide, dan memecahkan masalah secara kreatif.

Pelaksanaan kokurikuler dalam bentuk kolaboratif lintas disiplin ilmu dapat dilaksanakan seperti pembelajaran intrakurikuler yang berorientasi pada CP (Capaian Pembelajaran) sesuai mata pelajaran yang terlibat dalam rangka memperkuat 8 (delapan) dimensi profil lulusan. Hasil asesmen dari bentuk ini dapat diintegrasikan pada nilai di intrakurikuler sesuai mata pelajaran yang relevan.

Pelaksanaan kokurikuler dalam bentuk 7 KAIH perlu mempertimbangkan alokasi waktu yang mendukung, mengingat hasil yang diharapkan juga berupa kebiasaan, sehingga perlu penyesuaian pelaksanaan dalam frekuensi yang lebih rutin. Misalnya kebiasaan berolahraga setiap minggu atau beberapa hari dalam seminggu dari hasil kesepakatan bersama dalam fokus tema berolahraga. Walaupun tema kemudian berganti, misalnya satuan pendidikan berganti fokus ke tema makan sehat dan bergizi, pembiasaan berolahraga tetap perlu dilakukan secara rutin.

Bentuk asesmen formatif pun menyesuaikan untuk kurun waktu yang cukup panjang, misalnya jurnal olahraga murid untuk satu semester atau tiga bulan, walaupun asesmen sumatif sudah selesai dilaksanakan. Begitu pula pelaksanaan kokurikuler dalam bentuk cara lainnya. Apabila hasil yang diharapkan juga berupa internalisasi nilai-nilai satuan pendidikan, maka kegiatan tertentu dapat terus dilaksanakan walaupun durasi kegiatan kokurikuler sudah selesai.

Asesmen formatif digunakan untuk memantau efektifitas strategi pembelajaran yang responsif untuk memantau pemahaman dan memfasilitasi umpan balik yang membangun penguatan, pendalaman, dan/atau pengayaan kegiatan Intrakurikuler dalam rangka pengembangan kompetensi murid. Asesmen sumatif pada kokurikuler mengacu pada alur perkembangan delapan dimensi profil lulusan. Hasil asesmen ini sekaligus menjadi dasar perencanaan pembelajaran selanjutnya sehingga siklus belajar terus berlanjut secara reflektif dan adaptif.


Sumber : Buku Panduan Kokurikuler 2025