Penilaian Formatif Pengetahuan Menggunakan Teknik Pass Keluar (Exit Slips) dan Teknik Peta Konsep


Penilaian Formatif Pengetahuan Menggunakan Teknik Pass Keluar (Exit Slips) dan Teknik Peta Konsep

A. Teknik Pass Keluar (Exit Slips)

  • Teknik Pass Keluar (Exit Slips) sesuai untuk menilai pemahaman siswa atas materi yang diberikan pada pelajaran yang baru saja berlangsung.
  • Informasi yang akan diolah guru berupa jawaban tertulis oleh siswa atas pertanyaan yang diberikan guru di akhir pelajaran.
  • Pertanyaan dirancang untuk dapat diselesaikan oleh siswa dalam waktu 4 - 5 menit.

1. Tujuan

Untuk mengetahui secara cepat tingkat pemahaman siswa, yaitu apakah sudah paham, kurang paham dan butuh bantuan, atau belum paham.

2. Prosedur

  • Pilih sebagian materi yang mewakili keseluruhan materi pelajaran hari itu.
  • Buatlah butir soal beserta kunci jawaban dan pedoman penskorannya.
  • Berikan soal tersebut kepada siswa untuk dikerjakan.
  • Koreksi pekerjaan siswa, berikan tanda dan komentar pada bagian mana siswa melakukan kesalahan.
  • Berilah skor, umpan balik, dan tindak lanjut pada pertemuan berikutnya.

Contoh Teknik Pass Keluar (Exit Slips)

Teknik Pass Keluar (Exit Slips)

3. Umpan Balik

      Soal nomor 1
  • Langkah Ananda mengubah - m menjadi (0 - m) sangat bagus, kreatif.
  • Ananda sangat jeli menggunakan kaidah pembagian bilangan berpangkat dan nilai bilangan berpangkat nol untuk menemukan sifat pangkat negatif.
      Soal nomor 2
  • Sudah benar menentukan nilai dari suatu bilangan berpangkat.
  • Sudah benar melakukan operasi penjumlahan yang melibatkan bilangan pecahan.

4. Tindak Lanjut

  1. Dalam hal ditemukan sebagian besar siswa mengalami kesalahan, cermati dan tentukan bagian mana yang harus dilakukan pembahasan lebih mendalam pada pertemuan berikutnya. Pembahasan selanjutnya bisa melalui diskusi saling tukar ide antar siswa di bawah bimbingan guru untuk memunculkan kebiasaan colaborative learning atau bisa juga diberikan penjelasan ulang.
  2. Persiapkan informasi atau keterangan tambahan untuk memberi penjelasan ulang pada pertemuan berikutnya.
  3. Pisahkan pekerjaan siswa yang sudah benar menjawab, cermati keberagaman cara menyampaikan jawaban. Sampaikan hal-hal baru yang dituliskan siswa dalam menjawab, dan kemudian sampaikan hal itu kepada siswa sekelas pada pertemuan berikutnya.

B. Teknik Peta Konsep

  • Teknik Peta Konsep sesuai untuk topik/materi yang cakupannya luas.
  • Peta konsep diwujudkan dalam bentuk suatu bagan yang menggambarkan hubungan yang bermakna antarkonsep yang berkaitan.
  • Teknik peta konsep selain dapat digunakan untuk mengetahui perkembangan penguasaan kompetensi pengetahuan siswa, juga dapat untuk mengetahui kemajuan penguasaan kompetensi keterampilan aspek-aspek pengetahuan siswa. Untuk tujuan ini, ditempuh cara melakukan tugas praktik dengan membuat peta konsep yang menggambarkan hubungan yang bermakna antarkonsep yang berkaitan sesuai dengan indikator pencapaian kompetensi.

1. Tujuan

Untuk mengetahui apakah siswa dapat menunjukkan hubungan yang bermakna antar konsep.

2. Prosedur

  • Tetapkan tujuan penilaian dengan peta konsep.
  • Buatlah format untuk penilaian dengan menggunakan teknik peta konsep.
  • Lakukan analisis terhadap hasil yang diperoleh dari penilaian terhadap apek-aspek pengetahuan siswa.
  • Berikan umpan balik terhadap hasil pengetahuan siswa dan lakukan tindak lanjut.

Contoh Peta Konsep

Teknik Peta Konsep
Berdasar penghitungan check list atas hasil pekerjaan siswa dapat diketahui :
  • 75% siswa mampu mengidentifikasi informasi penting dan menyajikannya dalam teks ke verbal.
  • 68,75% siswa mampu menunjukkan ketepatan dalam mengaitkan hubungan yang bermakna antarkonsep.

3. Umpan Balik

Berikan umpan balik pada pekerjaan siswa sesuai karakteristik yang muncul, misal :
“Bagus, pembuatan peta konsep sudah Ananda selesaikan. Akan lebih bagus apabila kerjasama Indonesia dengan negara lain dipertegas”’.

4. Tindak Lanjut

Berdasar hasil analisis data dilakukan tindak lanjut yang berupa :
  • Berikan bimbingan secara individu apabila ada beberapa anak yang mengalami kesulitan yang berbeda-beda.
  • Berikan bimbingan secara kelompok apabila dalam pembelajaran klasikal ada beberapa siswa yang mengalami kesulitan sama.
  • Lakukan pembelajaran ulang dengan metode dan media yang berbeda apabila semua siswa mengalami kesulitan.
  • Gunakan tutor sebaya untuk meminimalisir kendala saat pelajaran. Beri kesempatan seluas-luasnya kepada siswa untuk menggali informasi dan bertukar informasi sesama teman.
  • Lakukan refleksi diri guru untuk memperbaiki proses pembelajaran berikutnya dari hasil analisis yang dilakukan.

Sumber : http://ditsmp.kemdikbud.go.id/infografis-penilaian-formatif