Prinsip-Prinsip Inkuiri Kolaboratif Dalam Deep Learning


Inkuiri Kolaboratif merupakan pendekatan reflektif berbasis data yang melibatkan kolaborasi antara guru untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan profesionalisme. Pendekatan ini tidak hanya fokus pada hasil belajar, tetapi juga pada proses kolaboratif yang memungkinkan refleksi dan pengembangan profesional yang berkelanjutan.

Prinsip-Prinsip Inkuiri Kolaboratif Dalam Deep Learning

Berikut adalah prinsip-prinsip utama yang menjadi dasar implementasi inkuiri kolaboratif, yaitu:

  1. Berbasis Data dan Bukti
  2. Setiap keputusan dalam inkuiri kolaboratif didasarkan pada data nyata yang diambil dari hasil pengamatan kelas dan data hasil belajar murid, sehingga perbaikan yang dilakukan relevan dan efektif. Hal ini membedakan inkuiri kolaboratif dari praktik refleksi biasa, karena semua langkah yang diambil adalah respons terhadap kebutuhan nyata yang terungkap melalui analisis data, bukan hanya berdasarkan asumsi atau dugaan.

  3. Kolaborasi yang Setara dan Bermakna
  4. Dalam inkuiri kolaboratif, semua peserta-guru, kepala sekolah, orang tua murid, murid, dan pemangku kepentingan lainnya berpartisipasi secara setara tanpa hierarki, sehingga setiap suara dihargai sebagai kontribusi penting untuk meningkatkan praktik pembelajaran.

    Pendekatan ini menciptakan suasana terbuka dan inklusif yang mendorong setiap individu memberikan masukan berharga.

    Kolaborasi menjadi inti proses inkuiri, melibatkan kerjasama aktif antara guru, kepala sekolah, murid, orang tua, dan pemangku kepentingan dalam merancang pembelajaran yang responsif terhadap kebutuhan dan kemajuan murid.

    Guru bekerja dalam tim yang terorganisir dengan tujuan jelas untuk meningkatkan kemitraan pembelajaran yang terjadi selama proses belajar secara bersama-sama.

    Kolaborasi ini harus dilakukan secara sengaja dan terarah, bukan sekadar pertemuan rutin tanpa fokus, agar proses inkuiri kolaboratif berjalan efektif dan berdampak positif bagi pembelajaran.

  5. Budaya Profesional yang Terbuka dan Reflektif
  6. Inkuiri kolaboratif mendorong guru untuk terus melakukan refleksi mendalam terhadap praktik pengajaran mereka. Setiap fase dalam siklus inkuiri melibatkan pertanyaan-pertanyaan reflektif yang kritis, seperti:

    • Apa yang berhasil?
    • Mengapa hal itu berhasil?
    • Apa yang perlu diperbaiki?
    • Bagaimana cara memperbaikinya?

    Proses ini tidak hanya membantu guru mengidentifikasi area yang perlu ditingkatkan, tetapi juga meningkatkan kesadaran profesional dan mendorong pembelajaran yang berkelanjutan.

    Agar proses ini berjalan efektif, lingkungan kerja harus mendukung keterbukaan, kepercayaan, dan refleksi kritis antar guru, sehingga mereka merasa aman dan berani berbagi tantangan, kegagalan, maupun keberhasilan untuk belajar bersama.

  7. Terstruktur tetapi Fleksibel
  8. Meskipun mengikuti siklus yang sistematis, yaitu Assess-Design-Implement-Measure/ Reflect/ Change, inkuiri kolaboratif tetap fleksibel. Hal ini memberikan ruang bagi guru untuk menyesuaikan pendekatan berdasarkan dinamika kelas dan hasil temuan.

    Siklus ini bersifat berkembang, artinya proses kolaborasi dan refleksi tidak hanya dilakukan sekali, tetapi berkelanjutan dalam upaya perbaikan berkesinambungan.

  9. Fokus pada Pembelajaran dan Hasil Murid
  10. Semua kegiatan inkuiri diarahkan untuk memastikan bahwa murid benar-benar belajar secara mendalam, bukan hanya diajar. Hal ini menuntut adanya fokus yang jelas pada tujuan pembelajaran dan hasil yang terukur.

  11. Pembelajaran Berkelanjutan di Tempat Kerja
  12. Fullan dalam bukunya yang berjudul "dive into deep learning" menegaskan bahwa pembelajaran profesional paling efektif terjadi melalui kerja sama dan refleksi yang berlangsung secara terus-menerus dalam konteks pekerjaan sehari-hari, bukan hanya melalui pelatihan formal.

  13. Kontekstual dan Responsif
  14. Inkuiri kolaboratif tidak hanya berfokus pada perubahan permukaan, tetapi juga pada transformasi yang bermakna. Ini termasuk penerapan 4 (empat) kerangka pembelajaran: praktik pedagogis, lingkungan belajar, kemitraan pembelajaran, dan pendekatan digital, yang semuanya harus relevan dengan konteks lokal sekolah dan responsif terhadap kebutuhan murid.

    Dengan prinsip pembelajaran yang bermakna, yaitu yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan, guru dapat memastikan bahwa pembelajaran di kelas menjadi lebih berfokus pada murid dan berkembang secara alami sesuai kebutuhan mereka.

Dengan prinsip-prinsip ini, inkuiri kolaboratif menawarkan pendekatan yang holistik dan berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran serta profesionalisme guru. Proses ini membantu menciptakan budaya reflektif di sekolah, di mana guru, murid, dan seluruh komunitas sekolah tumbuh bersama dalam upaya bersama untuk meningkatkan pendidikan.