Implementasi Kurikulum Merdeka di Satuan Pendidikan


Implementasi Kurikulum Merdeka di satuan pendidikan merupakan solusi untuk mengeleminasi learning loss yang terjadi akibat pandemi COVID-19. Karena kurikulum ini memiliki beberapa keunggulan. Berikut ini beberapa keunggulan Kurikulum Merdeka, yaitu :

  1. Lebih Sederhana dan Mendalam
  2. Fokus pada materi yang esensial dan pengembangan kompetensi peserta didik pada fasenya. Belajar menjadilebih mendalam, bermakna, tidak terburu-buru dan menyenangkan.

  3. Lebih Merdeka
    • Peserta didik
    • Tidak ada program peminatan di SMA, peserta didik memilih mata pelajaran sesuai minat, bakat, dan aspirasinya

    • Guru
    • Guru mengajar sesuai tahap capaian dan perkembangan peserta didik

    • Sekolah
    • Memiliki wewenang untuk mengembangkan dan mengelola kurikulum dan pembelajaran sesuai dengan karakteristik satuan pendidikan dan peserta didik

  4. Lebih Relevan dan Interaktif
  5. Pembelajaran melalui kegiatan projek memberikan kesempatan lebih luas kepada peserta didik untuk secara aktif mengeksplorasi isu-isu aktual misalnya isu lingkungan, kesehatan, dan lainnya untuk mendukung pengembangan karakter dan kompetensi Profil Pelajar Pancasila.

Implementasi Kurikulum Merdeka di Satuan Pendidikan

Implementasi atau penerapan Kurikulum Merdeka didukung melalui penyediaan beragam perangkat ajar serta pelatihan dan penyediaan sumber belajar guru, kepala sekolah, dan dinas pendidikan.

  1. Penyediaan Perangkat ajar: buku teks dan bahan ajar pendukung
    • Perangkat ajar (buku teks, contoh-contoh alur tujuan pembelajaran, kurikulum operasional sekolah, serta modul ajar dan projek penguatan profil Pelajar Pancasila disediakan melalui platform digital bagi guru. Sekolah dapat melakukan pengadaan buku teks secara mandiri dengan BOS reguler atas dukungan Pemda dan yayasan
    • Buku cetak dapat dibeli menggunakan Dana BOS melalui SIPLah atau cetak mandiri

  2. Pelatihan dan penyediaan sumber belajar guru, kepala sekolah, dan pemda
    • Pelatihan mandiri bagi guru dan kepala sekolah melalui micro learning di aplikasi digital
    • Menyediakan berbagai narasumber dalam pelatihan Kurikulum Merdeka. Misalnya, melalui pengimbasan dari Sekolah Penggerak
    • Berbagai sumber belajar untuk guru dalam bentuk e-book, video, podcast dll., yang dapat diakses daring dan didistribusikan melalui media penyimpanan (flashdisk)
    • Guru membentuk komunitas belajar untuk saling berbagi praktik baik dalam adopsi Kurikulum Merdeka, baik di sekolah maupun di komunitasnya

  3. Jaminan jam mengajar dan tunjangan profesi guru
    • Perubahan struktur mata pelajaran tidak merugikan guru
    • Semua guru yang berhak mendapatkan tunjangan profesi ketika menggunakan Kurikulum 2013 akan tetap mendapatkan hak tersebut

Sumber :
Paparan Mendikbudristek tentang Merdeka Belajar
Episode Kelima Belas
Kurikulum Merdeka dan Platform Merdeka Mengajar